You are here
Beranda > Pilihan Editor > Tauladan Rumah Tangga Rasulullah Saw Bagi Umatnya

Tauladan Rumah Tangga Rasulullah Saw Bagi Umatnya

dncommunity.id– Kehidupan rumah tangga terkadang bisa membuat pasangan suami istri digoncang prahara. Betapa banyak godaan yang hadir. Jika tidak kuat imannya dan saling egois perceraianpun selalu terjadi.

Apalagi perceraian saat ini begitu sangat mudah dan seperti menjamur.

Kita sebagai umat muslim apalagi yang telah berumah tangga sebaiknya mencontoh rumah tangga Rasulullah Saw sebagai suri tauladan yang baik bagi umatnya, agar kehidupan rumah tangga kita menacapai Sakinah, Mawaddah dan Warahmah.

Berikut gambaran rumah tangga Rasullullah Saw:

  1. Rumah Rasulullah Saw dihiasi dengan ibadah.

Pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Sudah seharusnya kita lebih meningkatkan ibadah kita setelah menikah dan membawa pasangan kita untuk giat beribadah.

Rasulullah Saw telah mencontohkan hal itu. Beliau senantiasa menganjurkan istri-istri beliau untuk giat dalam beribadah kepada Allah serta membantu mereka dalam melaksanakan ibadah, sebagaimana firman Allah SWT:

“ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu , kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa “. (QS.Athaha: 132)

  1.  Rumah Tangga Rasullullah Saw jauh dari kemarahan dan kebencian.

Suami yang kasar dan  tempramen akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi tidak menyenangkan , apalagi untuk istri yang memiliki perasaan yang lembut. Hatinya akan mudah tersakiti dan kebencianpun melingkupi rumah tangga.

  1. Rumah tangga Rasullullah Saw dihiasi dengan sikap lemah lembut dan kasih sayang

Rasulullah Saw mengibaratkan seorang istri (wanita) diibaratkan seperti tulang rusuk. Jika diluruskan dengan paksa, tulang itu akan patah. Sebaliknya, jika dibiarkan akan tetap bengkok.

Allah SWT menjadikan suami sebagai qawwam (pemimpin).

“Kaum pria adalah qawwam bagi kaum wanita….” (an-Nisa: 34)

Suamilah yang kelak akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT tentang keluarga nya.

  1. Rasulullah Saw pandai menyenangkan hati istri-istrinya.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bagaimana Rasulullah yang saat itu sudah berumur meladeni istrinya Sayidina Aisyah r.a. yang masih belia untuk lomba lari. Rasulullah pun memanggil Sayidina Aisyah dengan panggilan sayang “Humairah” yang artinya kemerah-merahan, karena pipi Sayidina Aisyah yang selalu memerah.

Seorang suami yang pandai menyenangkan hati istrinya akan membuat rumah tangga menjadi tambah harmonis.

 

 

Sumber: suara-islam.com

Tinggalkan Balasan

Top