You are here
Beranda > Opini > Biar Ga di Sebut Netizen norak Gagap Internet

Biar Ga di Sebut Netizen norak Gagap Internet

dncommunity.id – Munculnya media sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia, menjadikan kita belajar kultur baru, Sebuah kultur yang menggambarkan bagaimana kepribadian individu di setiap argumentasi yang dia keluarkan di media sosial. Karena setiap netizen mempunyai keunikan tersendiri dalam setiap komentar yang ia keluarkan.

Pada akhirnya muncul sebuah anekdot yang sangat menggelitik aras pikir, “Media sosial menimbulkan prilaku netizen yang maha benar dengan segala argumentasinya” kata maha benar dengan segala argumentasinya ini berbeda makna dari bahasa maha benar secara umum. Kata ini justru menjadi kata sindiran untuk prilaku netizen yang nyablak (ngomong seenake dewek) kalo kata orang jawa.

Namun rasanya kita tidak bisa menyudutkan kesalahan ini semata-mata pada netizen, rasanya harus kita luruskan kenapa prilaku ini bisa muncul, penulis menganalisis kegagapan ini terjadi karena minat baca yang rendah tidak di imbangi dengan kemajuan teknologi yang pesat, sehingga argumentasi yang muncul tidak di dasarkan pada nalar dan akal sehat cenderung di arahkan pada perasaan. Maka akan sering kita temui kata-kata bawa perasaan(Baper) di setiap kalimat yang di lontarkan.

Duta Baca Perpustakaan Nasional RI Nazwa Shihab pernah bilang begini, tentang alasan kenapa kita harus membaca, Alasan ilmiahnya, karena ketika membaca, sel-sel syaraf di otak kita jadi aktif. Selain yang ilmiah, Najwa menambahkan bahwa kegiatan membaca bukanlah sekadar mengeja kalimat-kalimat dalam buku. Lebih dari itu, membaca adalah memahami makna literal maupun kontekstual dari kalimat-kalimat yang dibaca.

Membaca adalah menghubungkan satu paragraf ke paragraf lain (atau dalam level yang lebih tinggi: satu buku ke buku lain), untuk kemudian bisa ditarik kesimpulan dari apa yang sudah dibaca, sembari membandingkannya.

Minat baca yang besar dan jumlah bacaan yang memuaskan lambat laun akan mendorong seseorang untuk terbiasa berdiskusi. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk mencari pemahaman-pemahaman baru yang tak hanya bersumber dari satu pintu. Sebab, bagaimanapun, pemikir yang hebat selalu berawal dari pembaca yang lahap.

Semoga hal ini akan membuat kita menjadi netizen yang bijak, menjadi orang-orang yang bijak dalam bersosial media. Agar kita tidak di sebut netizen norak, gagap internet.

Tinggalkan Balasan

Top