You are here
Home > Opini > Seberapa Jauh Internet Merekam Jejak Digital Penggunanya
14.931 views

Seberapa Jauh Internet Merekam Jejak Digital Penggunanya

dncommunity.id- Perkembangan teknologi telah bisa melakukan banyak hal. Dengan kode-kode pelacakan, seperti Google Analytics, hingga data-data yang diberikan pengguna yang termuat dalam “jejak digital”, perusahaan internet bisa tahu dengan pasti siapa pengakses layanan mereka.

Jejak digital, atau digital universe, atau yang disebut IDC (International Data Corp) sebagai “digital shadow” merupakan suatu kapsul yang menampung segala informasi aktivitas pengguna internet. Video YouTube apa saja yang ditonton.

Hampir segala kegiatan manusia kini berhubungan dengan internet, Alex Manfrediz, analis IDC, mengatakan “tak ada jalan yang sebenar-benarnya hilang dari jejak digital, kecuali Anda ialah seorang pertapa.”

Jejak digital sanggup mendeskripsikan dengan baik siapa seseorang. Direktur Electronic Privacy Information Center Marc Rotenberg pada The Times, mengatakan jejak digital “sangat menakutkan daripada yang diduga.” Jejak digital, sebut Rotenberg, “merekam preferensi, harapan, kekhawatiran, hingga ketakutan” tiap pengguna internet.

Perusahaan Internet bisa mengetahui jejak digital melalui Kata-kunci apa saja yang pernah dicari via Google, berapa kali kunjungan ke WordPress, titik-titik lokasi dan perjalanan kita yang terekam dalam Google Maps, merupakan jejak digital yang pasti tertinggal sadar atau tak sadar.

Chief Advertising Strategist Microsoft Michael Galgon mengatakan jejak digital dipergunakan bagi perusahaan internet terutama untuk iklan. “Pengguna internet akan memperoleh konten atau pesan (iklan) yang tepat tentang siapa Anda,” kata Galgon.

Jejak digital punya dua sisi. Ia sukses membuat layanan-layanan internet jadi lebih personal. Sesuai dengan kepribadian seorang pengguna. Di sisi lain, jejak digital punya dampak buruk. Misalnya digunakan untuk tujuan-tujuan politis, seperti yang dilakukan Cambridge Analytica yang memanfaatkan jejak digital pengguna Facebook memenangkan Donald Trump.

Merujuk Bradley Shear, pengacara yang berfokus pada masalah media sosial dan privasi, mengatakan menghapus jejak digital sangat sulit. Salah satu cara yang bisa diperbuat ialah melahirkan informasi alternatif di internet. Informasi alternatif ialah memberikan informasi yang bukan sebenarnya pada layanan-layanan internet yang digunakan.

“Jangan pernah memberikan tanggal lahir yang sebenarnya,” kata Shear. “Selalu gunakan tanggal lahir palsu,” tambahnya. “Sediakan fakta alternatif lain sebanyak-banyaknya,” tambah Shear.

Dengan melahirkan informasi alternatif, layanan internet yang memiliki jejak digital tak akan tahu siapa diri Anda. Langkah ini memang bisa jadi alternatif dibandingkan berusaha susah payah menghapus jejak digital. Namun, bersikap selalu berhati-hati dalam urusan berinternet dan menjaga perangkat gadget yang kita miliki dengan banyak menggali informasi produser keamanan bisa jadi pilihan bijak.

Hal yang terpenting lainnya adalah bijak dalam menggunakan Internet, Kita tidak di ciptakan untuk menjadi budak internet, yang setiap waktunya habis hanya untuk mencari konten menarik di internet.

 

 

Sumber Tirto.co

Tinggalkan Balasan

Top